Selasa, 22 April 2014

susunan panitia



SUSUNAN PANITIA
SEMINAR NASIONAL 2014

Nama Ketua                  : Tanti Yori Lestari
Wakil Ketua                   : Eva Aulia
Sekertaris I                    : Asmaurina pramulya
Sekertaris II                   : Hesti Mayangsari
Bendahara I                  : Shabrina
Bendahara II                 : Herlina
Seksi                               :
1. Kor.acara dan materi
Ketua                     : Iyos rosita
1. Munica lestari
2. Yulianti
3. Ospitin
4. Cut risna
5. Ratu ezi
2. Kor.humas
Ketua                     : Sondang mawati IB
1. Evi mardiana
2. Ana dwi yuliana
3. Eka sari
4. Widya anggraini
5. Rendra kusumawati
Untitled.jpg3. Kor.perlengkapan
Ketua                     : Nova maisyaniati
1. Nofi ningsih
2. Ana septiana
3. Rita widayanti
4. Ifa husniati
5. Afrilia
4. Kor.publikasi
Ketua                     : Anik kusrini
1. Adis livia
2. Nurlaila
3. Rinda M
4. Susmalasari
5. Hilda damayanti

5. Kor.akomodasi dan transportasi
Ketua                     : Mike saputri
1. Silvia darma
2. Siti nurlia
3. Gustiara edi
4. Desti wulandari
5. Dewi dian famita

Untitled.jpg6. Kor.konsumsi
Ketua                     : Wollyn netty
1. Aryanti
2. Lilin yusnina
3. Novi susanti
4. Neng siti zahra
5. Meri frida
6. Wulan puspitasari
7. Kor.keamanan
Ketua                     : Yance
1. Richa vanny
2. Lestari
3. Siti mulyanti
4. Reski
5. Santri dewi
8. Kor.P3K
Ketua                     : Riska nurlita
1. Kartika armawati
2. Sari fatimah
3. Neneng nurfitria


Untitled.jpg9. Kor.pendanaan dan usaha
Ketua                     : Risa dianti
1. Siti nurhidayanti
2. Annisa wijayanti
3. Okpini
4. Zona herfinda marbun

tujuan



A.   TUJUAN
  1. Tujuan Umum
Meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi wanita tentang cara merawat diri serta meningkatakan keharmonisan dalam bercinta.

  1. Tujuan Khusus
1.  Meningkatkan pengetahuan  kesehatan reproduksi wanita tentang vaginoplasty dan labioplasty.
2.  Untitled.jpgMeningkatkan pengetahuan tentang UU Kesehatan terbaru dan kuota tenaga kesehatan.
Memberikan informasi pengetahuan kesehatan terhadap mahasiswa, yang mengulas tentang mengapa kita berbeda ♀♂ ?.

latar belakang seminar



A.   Untitled.jpgLATAR BELAKANG
Dalam dunia kecantikan beberapa tahun terakhir. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam dunia kedokteran yang akhir-akhir ini kemajuannya sangat pesat,sehingga kaum hawa pun tak mau ketinggalan dalam kecantikan dan kesempurnaan daerah intimnya. Jika pada waktu-waktu lalu banyak wanita ingin memiliki bentuk hidung yang mancung, payudara yang seksi, dan bentuk badan yang ideal, maka tibalah saatnya kini di mana banyak wanita muda yang menjalani tindakan pembedahan untuk mengukir dan mempercantik daerah intim mereka. Penerapan prosedur pembedahan estetik ini sebenarnya bukanlah hal baru, namun banyak di antara para wanita tersebut yang masih tidak mengerti akan risiko dari prosedur yang mereka jalani, dari penelitian yang dipublikasikan di the British Journal of Obstetrics and Gynaecology.
Sebagai contoh adalah prosedur pembedahan yang paling sering dicari para wanita, yaitu pembedahan labioplasty. Labioplasty, atau biasa disebut labiaplasty, adalah pelaksanaan operasi untuk meremajakan bibir vagina (labia). Sebelum tahu bagaimana vaginoplasty dilakukan, perlu Labioplasty adalah operasi sederhana dengan memotong kelebihan kulit vulva dengan pemotongan lurus atau zigzag. Penjahitan dilakukan dengan rapih dan ini akan hilang dalam waktu seminggu. Labioplasty dapat dilakukan sebagai prosedur satu hari dengan hasil yang memuaskan.
Bagi beberapa perempuan yang telah "aktif" melakukan kegiatan sexual mungkin mengalami hal berupa penggelambiran bibir vagina, hal ini dapat disebabkan oleh faktor usia, perkosaan, pembentukan vagina yang tidak sempurna, atau sukar menahan buang air kecil saat batuk. Untuk mengatasi hal tersebut, dapat ditangani dengan teknik Labioplasty, teknik ini yang lebih dikenal dengan "peremajaan" vagina. Yaitu pemotongan kelebihan bibir vagina menggunakan operasi. Operasi dilakukan dengan pisau bedah dan dapat pula dengan menggunakan laser. Pada saat operasi pasien akan mendapat bius total.
Untitled.jpgMenurut Undang-undang kesehatan pasal 72 no 36 tahun 2009 menyatakan bahwa Setiap orang berhak menjalani kehidupan reproduksi dan kehidupan seksual yang sehat, aman, serta bebas dari paksaan dan/atau kekerasan dengan pasangan yang sah. Menentukan kehidupan reproduksinya dan bebas dari diskriminasi, paksaan, dan/atau kekerasan yang menghormati nilai-nilai luhur yang tidak merendahkan martabat manusia sesuai dengan norma agama. Dan memperoleh informasi, edukasi, dan konseling mengenai kesehatan reproduksi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Oleh karena itu kami mahasiswa program studi DIV Kebidanan seminar sehari dengan tema “Salahkah Aku Menjadi Wanita” untuk memenuhi informasi masyarakat khususnya pada wanita yang menginginkan keharmonisan anda dan pasangan tetap terjaga.

Seminar Stikim

 
Akan diadakan Seminar Kesehatan Nasional 2014 Tentang Tema Salahkah Aku Jadi Wanita di BPPT Thamrin 4 mei 2014